Sekolah
satu atap (SD dan SMP) Desa Metut Sungai Uli.
Kepala
SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu yaitu Bapak Ronny Parerung Saalino, S.Pd..
Staff pengajar SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu terdiri dari Bapak Astanda
S.Pd. (Guru Mapel Bahasa Indonesia & TIK), Bapak Gunawan, S.Pd. (Guru Mapel
IPS & Penjas), Ibu Norma, S.Pd. (Guru Mapel Pkn), Ibu Ike Diana Wati, S.Pd.
(Guru Mapel Mulok), Bapak Alexander, A.Md.Kep. (Guru Mapel Bahasa Inggris),
Bapak Agus, S.Pd.K. (Guru Mapel Agama Protestan), Bapak Jefrison, S.Th. (Ka.
TU), Bapak Yohanes Ria K.,S.Pd. (Guru Mapel Agama Khatolik), Ibu Rini
Sulastyaningsih,S.Pd. (Guru SM-3T Mapel Matematika & SBK). Saya mendapat
tugas mengajar mapel IPA & Agama Islam serta tugas tambahan menjadi wali
kelas VII. Hari efektif sekolah mulai senin-sabtu dan jam sekolah dari pukul
13.00-17.00 WITA. Hal tersebut disebabkan masih menumpang di SDN 2 Malinau Selatan Hulu. Siswa SD masuk pagi dan siswa
SMP masuk siang. Pembangunan gedung SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu masih
dalam proses pengerjaan & diperkiraan selesai bulan Januari 2016. Siswa SMP
Negeri 2 Malinau Selatan Hulu terdiri dari 7 orang kelas VII dan 10 orang kelas
VIII. Siswa kelas VII dan kelas VIII mempunyai semangat belajar yang tinggi.
Semangat belajar mereka membuat saya bersemangat untuk mengabdi di sekolah.
Saat perkenalan pertama kali, saya harus membuat kesan luar biasa untuk mereka.
Saya mengenalkan “salam hola-holo” dan hanya hitungan hari siswa sudah
menghafalnya.
Kondisi
ruang kelas dan siswa kelas VII SMP N 2 Malinau Selatan Hulu
Proses
kegiatan belajar mengajar

Apel
pagi sebelum masuk sekolah SDN 2 Malinau Selatan Hulu
Kebersamaan
guru dan siswa kelas VI SDN 2 Malinau Selatan Hulu
Siswa kelas VII setiap mengikuti pelajaran
IPA selalu aktif jika diberi tugas untuk mengerjakan latihan soal di depan
kelas bahkan saling berebut. Saya menggunakan model pembelajaran yang
mengedepankan siswa lebih aktif belajar. Siswa yang aktif berangkat 6 orang
yaitu Afrida, Warisusanti, Natalia, Esa, Tresia, Yulianti. Warisusanti & Yulianti jarang masuk
sekolah karena rumah yang jauh dari sekolah yaitu Naha Kramo Baru. Saya pernah
bertanya pada mereka berdua tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar
ke sekolah. Siswa yang tidak pernah masuk sejak saya hadir di sekolah yaitu
Marten. Marten tidak masuk sekolah karena dia harus menjaga adik sedangkan
ibunya sudah meninggal dunia ketika melahirkan adiknya. Siswa kelas VIII yang
beragama islam 1 orang bernama Panji. Saya prihatin dengan keadaan umat muslim
di Desa Metut. Mereka tidak ada yang mengajari mengaji dan sholat. Agama Islam
di Desa Metut sebagai agama minoritas namun dapat berdampingan harmonis dengan
non muslim. Kemajemukan ini membuat terasa Indonesia semakin indah dan harmonis.
Kegiatan ekstrakurikuler
yang saya kembangkan adalah PMR dan Pramuka. Kegiatan PMR meliputi mencuci
tangan yang baik dan benar, pertolongan pertama, pembalutan, pembidaian,
pemindahan, Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR), pengenalan tanaman obat..
Kegiatan PMR sangat baik dan berguna bagi Peserta didik yaitu dapat memberikan
pertolongan pertama dan dapat hidup bersih & sehat dimulai dari diri
sendiri kemudian menerapkan serta menghimbau hidup bersih di masyarakat.
Kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan yaitu pengenalan Janji pramuka, dasa
darma, dan tali temali.
Kegiatan
ekstrakurikuler PMR; Pembalutan patah tulang tangan
Proses
Pembelajaran Ekskul PMR; Pembalutan kepala













0 comments:
Post a Comment