Saturday, March 5, 2016

PENGABDIAN UNTUK NEGERI DI SUNGAI ULI



Sekolah satu atap (SD dan SMP) Desa Metut Sungai Uli.
Kepala SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu yaitu Bapak Ronny Parerung Saalino, S.Pd.. Staff pengajar SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu terdiri dari Bapak Astanda S.Pd. (Guru Mapel Bahasa Indonesia & TIK), Bapak Gunawan, S.Pd. (Guru Mapel IPS & Penjas), Ibu Norma, S.Pd. (Guru Mapel Pkn), Ibu Ike Diana Wati, S.Pd. (Guru Mapel Mulok), Bapak Alexander, A.Md.Kep. (Guru Mapel Bahasa Inggris), Bapak Agus, S.Pd.K. (Guru Mapel Agama Protestan), Bapak Jefrison, S.Th. (Ka. TU), Bapak Yohanes Ria K.,S.Pd. (Guru Mapel Agama Khatolik), Ibu Rini Sulastyaningsih,S.Pd. (Guru SM-3T Mapel Matematika & SBK). Saya mendapat tugas mengajar mapel IPA & Agama Islam serta tugas tambahan menjadi wali kelas VII. Hari efektif sekolah mulai senin-sabtu dan jam sekolah dari pukul 13.00-17.00 WITA. Hal tersebut disebabkan masih menumpang di SDN 2 Malinau  Selatan Hulu. Siswa SD masuk pagi dan siswa SMP masuk siang. Pembangunan gedung SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu masih dalam proses pengerjaan & diperkiraan selesai bulan Januari 2016. Siswa SMP Negeri 2 Malinau Selatan Hulu terdiri dari 7 orang kelas VII dan 10 orang kelas VIII. Siswa kelas VII dan kelas VIII mempunyai semangat belajar yang tinggi. Semangat belajar mereka membuat saya bersemangat untuk mengabdi di sekolah. Saat perkenalan pertama kali, saya harus membuat kesan luar biasa untuk mereka. Saya mengenalkan “salam hola-holo” dan hanya hitungan hari siswa sudah menghafalnya.
Kondisi ruang kelas dan siswa kelas VII SMP N 2 Malinau Selatan Hulu
 Proses kegiatan belajar mengajar





Apel pagi sebelum masuk sekolah SDN 2 Malinau Selatan Hulu




Kebersamaan guru dan siswa kelas VI SDN 2 Malinau Selatan Hulu


Siswa kelas VII setiap mengikuti pelajaran IPA selalu aktif jika diberi tugas untuk mengerjakan latihan soal di depan kelas bahkan saling berebut. Saya menggunakan model pembelajaran yang mengedepankan siswa lebih aktif belajar. Siswa yang aktif berangkat 6 orang yaitu Afrida, Warisusanti, Natalia, Esa, Tresia, Yulianti.  Warisusanti & Yulianti jarang masuk sekolah karena rumah yang jauh dari sekolah yaitu Naha Kramo Baru. Saya pernah bertanya pada mereka berdua tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar ke sekolah. Siswa yang tidak pernah masuk sejak saya hadir di sekolah yaitu Marten. Marten tidak masuk sekolah karena dia harus menjaga adik sedangkan ibunya sudah meninggal dunia ketika melahirkan adiknya. Siswa kelas VIII yang beragama islam 1 orang bernama Panji. Saya prihatin dengan keadaan umat muslim di Desa Metut. Mereka tidak ada yang mengajari mengaji dan sholat. Agama Islam di Desa Metut sebagai agama minoritas namun dapat berdampingan harmonis dengan non muslim. Kemajemukan ini membuat terasa Indonesia semakin indah dan harmonis.
Kegiatan ekstrakurikuler yang saya kembangkan adalah PMR dan Pramuka. Kegiatan PMR meliputi mencuci tangan yang baik dan benar, pertolongan pertama, pembalutan, pembidaian, pemindahan, Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR), pengenalan tanaman obat.. Kegiatan PMR sangat baik dan berguna bagi Peserta didik yaitu dapat memberikan pertolongan pertama dan dapat hidup bersih & sehat dimulai dari diri sendiri kemudian menerapkan serta menghimbau hidup bersih di masyarakat. Kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan yaitu pengenalan Janji pramuka, dasa darma, dan tali temali.






Kegiatan ekstrakurikuler PMR; Pembalutan patah tulang tangan 




Proses Pembelajaran Ekskul PMR; Pembalutan kepala

0 comments:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Post a Comment