Saturday, March 5, 2016

PERAYAAN IDUL ADHA DAN SHOLAT JUMAT PERTAMA DI KABUPATEN MALINAU

Umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha pada tanggal 10 Hijriyah/ 24 September 2015. Idul Adha merupakan hari raya kedua bagi umat muslim setelah Idul Fitri. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk merayakan bersama rekan-rekan SM3T di Malinau Selatan Hulu. Saya sudah memperoleh ijin dari Kepala Sekolah untuk merayakan Idul Adha dimanapun. Saya dan rekan-rekan SM3T merencanakan untuk merayakan Idul Adha di Malinau Kota atau Long Loreh. Hari rabu, 23 Sepetember 2015 pukul 12.30 WITA, saya diantar oleh siswa GERDEMA turun menuju Long Loreh. Perjalanan menuju long loreh sekitar 2 jam. Di long loreh, saya menginap dengan rekan-rekan SM3T yaitu Rohmad Miftah Jati Nugroho (Rohmad), Dany Kusuma Handika (Dany), & Purba Widita (Widi) yang bertugas di SMPN 1 Malinau Selatan serta menemui Dian Novia Eka Sari (Dian) & Rosiana Dwi Teriasih (Teri) yang bertugas di SMAN 5 Malinau. Banyak cerita pengalaman suka cita mereka yang sudah sebulan penempatan di sekolah tersebut. Mereka sibuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sekolah sehingga waktu sebulan tidak terasa dan berlalu cepat. Selain sibuk mengajar rohmad juga mengelesi anak-anak membaca, menulis, dan menghitung. Widi & Dany mendapatkan proyek dari Kepala Sekolah yang harus selesai semua sebelum pengabdian usai. Saya juga menceritakan pengalaman pertama di desa metut kecamatan malinau selatan hulu. Mereka bertempat tinggal “ngekost” tidak jauh dari sekolah. Saya mengatakan maksud kedatangan untuk merayakan idul adha dan sholat jum’at pertama di Malinau kemudian disambut suara ketawa bersama-sama. Saya juga bertemu rekan-rekan SM3T yaitu Sri Wijayanti (Aya) & Berliana Ridhowati (Erlin) yang bertugas di SDN 003 Malinau Selatan - Laban Nyarit. Saat kami berkumpul masing-masing menceritakan pengalaman mengajar dan survive di tempat pengabdian. Saya merasakan kebersamaan, keharmonisan, & kekeluargaan karena merantau untuk tugas bangsa dan negara. Menurut Erlin & Aya jika ingin menelepon/SMS mereka harus menuju pohon sinyal yaitu pohon kelapa dan harus sabar menanti SMS terkirim dan menunggu balasan. Pengalaman mencari sinyal, mencari sayuran, dan memancing harus dirasakan oleh rekan-rekan SM3T untuk menambah wawasan, pengetahuan, & pengalaman hidup.
kebersamaan setelah melaksanakan sholat idul adha
Merayakan idul adha di Loreh

Perayaan Idul Adha di Long loreh sedikit berbeda, kita mengunjungi sesama muslim untuk mengucapkan selamat hari raya dan banyak makanan tersedia bahkan sepanjang hari itu acaranya hanya makan terus pada setiap rumah yang dikunjungi sehingga mirip Idul Fitri di Jawa
Berkunjung ke sesama muslim di Long Loreh

Idul adha merupakan hari besar umat muslim yang sebenarnya karena penyembelihan hewan kurban yang dilanjutkan makan bersama. Keluarga muslim Long Loreh menyambut kami sangat ramah, umumnya masyarakat yang beragama islam berasal dari luar malinau yang bekerja di pertambangan batubara seperti Jawa & Bugis-Sulawesi.
Pada hari Jum’at, 25 September 2015 Pukul 06.00 WITA kami bangun pagi untuk melaksanakan sholat subuh dan mempersiapkan segala sesuatu untuk mengajar tetapi saya melanjutkan tidur pagi karena masih terasa udara dingin di kulit. Rohmad, Dany, & Widi sudah siap untuk pergi ke sekolah sehingga saya tinggal sendirian di Kost. Ibu kost mereka bernama Ibu Sarah seorang guru SD dan kebetulan kenal Bapak Markus Lungung. Ibu Sarah sangat baik pada kami jika ada hasil panen dari ladang seperti buah Lay dan Cempedak serta sayur-mayur memberikannya pada kami untuk dimakan bersama. Buah Lay merupakan durian lokal dengan tekstur buah lunak dan kering sedangkan Cempedak menyerupai buah nagka/gori/tewel dari tekstur, rasa, & aroma. Jika memakan buah tersebut sebaiknya tidak berlebihan karena kandungan alkoholnya cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan pusing. Pukul 12.20 kami bersiap melaksanakan sholat jum’at di Masjid. Tema khotbah jum’at tentang “Ketaqwaan Idul Adha kepada Alloh SWT”. Saya bersyukur sekali dapat merayakan Idul Adha dan Sholat jum’at meskipun jauh sanak keluarga tetapi kebersamaan umat muslim menjadi keluarga baru yang tidak ada hubungan darah sanak saudara mungkin itu adalah arti keluarga yang sebenarnya.

0 comments:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Post a Comment