Umat
muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha pada tanggal 10 Hijriyah/ 24
September 2015. Idul Adha merupakan hari raya kedua bagi umat muslim setelah
Idul Fitri. Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk merayakan bersama
rekan-rekan SM3T di Malinau Selatan Hulu. Saya sudah memperoleh ijin dari
Kepala Sekolah untuk merayakan Idul Adha dimanapun. Saya dan rekan-rekan SM3T
merencanakan untuk merayakan Idul Adha di Malinau Kota atau Long Loreh. Hari
rabu, 23 Sepetember 2015 pukul 12.30 WITA, saya diantar oleh siswa GERDEMA turun
menuju Long Loreh. Perjalanan menuju long loreh sekitar 2 jam. Di long loreh,
saya menginap dengan rekan-rekan SM3T yaitu Rohmad Miftah Jati Nugroho
(Rohmad), Dany Kusuma Handika (Dany), & Purba Widita (Widi) yang bertugas
di SMPN 1 Malinau Selatan serta menemui Dian Novia Eka Sari (Dian) &
Rosiana Dwi Teriasih (Teri) yang bertugas di SMAN 5 Malinau. Banyak cerita
pengalaman suka cita mereka yang sudah sebulan penempatan di sekolah tersebut.
Mereka sibuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sekolah sehingga waktu
sebulan tidak terasa dan berlalu cepat. Selain sibuk mengajar rohmad juga
mengelesi anak-anak membaca, menulis, dan menghitung. Widi & Dany
mendapatkan proyek dari Kepala Sekolah yang harus selesai semua sebelum
pengabdian usai. Saya juga menceritakan pengalaman pertama di desa metut
kecamatan malinau selatan hulu. Mereka bertempat tinggal “ngekost” tidak jauh
dari sekolah. Saya mengatakan maksud kedatangan untuk merayakan idul adha dan
sholat jum’at pertama di Malinau kemudian disambut suara ketawa bersama-sama.
Saya juga bertemu rekan-rekan SM3T yaitu Sri Wijayanti (Aya) & Berliana
Ridhowati (Erlin) yang bertugas di SDN 003 Malinau Selatan - Laban Nyarit. Saat
kami berkumpul masing-masing menceritakan pengalaman mengajar dan survive di tempat
pengabdian. Saya merasakan kebersamaan, keharmonisan, & kekeluargaan karena
merantau untuk tugas bangsa dan negara. Menurut Erlin & Aya jika ingin
menelepon/SMS mereka harus menuju pohon sinyal yaitu pohon kelapa dan harus
sabar menanti SMS terkirim dan menunggu balasan. Pengalaman mencari sinyal,
mencari sayuran, dan memancing harus dirasakan oleh rekan-rekan SM3T untuk
menambah wawasan, pengetahuan, & pengalaman hidup.
kebersamaan
setelah melaksanakan sholat idul adha
Merayakan
idul adha di Loreh
Perayaan
Idul Adha di Long loreh sedikit berbeda, kita mengunjungi sesama muslim untuk
mengucapkan selamat hari raya dan banyak makanan tersedia bahkan sepanjang hari
itu acaranya hanya makan terus pada setiap rumah yang dikunjungi sehingga mirip
Idul Fitri di Jawa
Berkunjung
ke sesama muslim di Long Loreh
Idul adha merupakan hari besar umat muslim
yang sebenarnya karena penyembelihan hewan kurban yang dilanjutkan makan
bersama. Keluarga muslim Long Loreh menyambut kami sangat ramah, umumnya
masyarakat yang beragama islam berasal dari luar malinau yang bekerja di
pertambangan batubara seperti Jawa & Bugis-Sulawesi.
Pada hari Jum’at, 25
September 2015 Pukul 06.00 WITA kami bangun pagi untuk melaksanakan sholat
subuh dan mempersiapkan segala sesuatu untuk mengajar tetapi saya melanjutkan
tidur pagi karena masih terasa udara dingin di kulit. Rohmad, Dany, & Widi
sudah siap untuk pergi ke sekolah sehingga saya tinggal sendirian di Kost. Ibu
kost mereka bernama Ibu Sarah seorang guru SD dan kebetulan kenal Bapak Markus
Lungung. Ibu Sarah sangat baik pada kami jika ada hasil panen dari ladang
seperti buah Lay dan Cempedak serta sayur-mayur memberikannya pada kami untuk
dimakan bersama. Buah Lay merupakan durian lokal dengan tekstur buah lunak dan
kering sedangkan Cempedak menyerupai buah nagka/gori/tewel dari tekstur, rasa,
& aroma. Jika memakan buah tersebut sebaiknya tidak berlebihan karena
kandungan alkoholnya cukup tinggi sehingga dapat menyebabkan pusing. Pukul
12.20 kami bersiap melaksanakan sholat jum’at di Masjid. Tema khotbah jum’at
tentang “Ketaqwaan Idul Adha kepada Alloh SWT”. Saya bersyukur sekali dapat
merayakan Idul Adha dan Sholat jum’at meskipun jauh sanak keluarga tetapi
kebersamaan umat muslim menjadi keluarga baru yang tidak ada hubungan darah
sanak saudara mungkin itu adalah arti keluarga yang sebenarnya.










0 comments:
Post a Comment