Hari ini ketika jam pelajaran TIK, kudapati dua anak bolos ke kantin, sarapan. Kususul keduanya...
***
Murid: kami lapar bha bu, belum juga sarapan. Sakit perut kami nii..
Guru: ibu juga lapar. Belum sarapan juga, tapi ndak lari ke kantin waktu jam belajar...
Murid: *diam
Guru: kalian salah ndak?
Murid: salah kami bu..
Guru: kalau salah trus gimana?
Murid: dihukum bu..
***
Murid: kami lapar bha bu, belum juga sarapan. Sakit perut kami nii..
Guru: ibu juga lapar. Belum sarapan juga, tapi ndak lari ke kantin waktu jam belajar...
Murid: *diam
Guru: kalian salah ndak?
Murid: salah kami bu..
Guru: kalau salah trus gimana?
Murid: dihukum bu..
***
"Dihukum bu" jawaban spontan yang bikin hati miris. Sebelumnya, pada anak lain yang melanggar janjinya, ketika kutanya kalau salah trus gimana? Jawaban sama persis yang kudapatkan darinya.
Apakah mereka tak pernah dididik hal pertama yang harus dilakukan ketika berbuat salah? Atau mungkin sejak awal sudah tertanam bahwa kesalahan bergandeng dengan hukuman? Hingga tak terbesit makna "maaf" atas sebuah kesalahan...






0 comments:
Post a Comment